silahkan disimak...
Aku cuma pengen share cerita aku, semata-mata biar para GengFans yang ga dateng ke RCTI tau kisah para GengFans yang sudah datang, termasuk aku.
Semuanya tidak seperti yang kalian kira. Di Facebook maupun twitter, banyak fanpage atau fanbase yang mem-post tentang kedatangan Hangeng di dahsyat. Banyak yang melihat kalau penonton Dahsyat benar-benar senang akan kedatangan Hangeng.
Namun itu hanya sebagian kecil penonton yang dapat melihat Hangeng. Sisanya? Astaga, kalau orang-orang bilang mereka menyesal tidak pergi ke Dahsyat, justru aku menyesal datang ke Dahsyat, kalau tahu akan begini jadinya.
Hari kamis, 22 September 2011 aku dan tiga orang temanku bolos –atau lebih tepatnya izin—dari sekolah. Aku berangkat dari rumah pukul 04.00. Kalian tahu? Otakku hanya penuh dengan satu kata, yaitu ‘Hangeng’. Tidak ada yang kupikirkan selain Hangeng gege. Sebelum aku pergi, aku sempat berbicara sendiri pada poster Hangeng yang terpajang di kamarku.
“Hangeng gege! Aku akan segera bertemu denganmu!”
Kemarin hari, aku mendapat info dari suatu fanbase di twitter kalau yang bisa masuk studio dahsyat hanya 50 orang. Karena aku benar-benar ingin melihat Hangeng gege secara dekat, aku langsung mengikuti quiz yang diberikan sebagai syarat untuk bisa masuk ke studio dahsyat.
Aku dan seorang temanku –Felis—bisa masuk studio dahsyat! Tetapi kedua temanku yang lainnya tidak. Kalian bisa bayangkan betapa senangnya aku saat itu? ‘AKU AKAN SEGERA BERTEMU HANGENG!! AKU BISA MELIHATNYA DARI DEKAT!!’ itulah yang ada dalam pikiranku saat itu.
Jam 05.30, aku sampai di depan gedung RCTI. Dan tak lama, beberapa GengFans lainnya mulai berdatangan, memenuhi gerbang utama RCTI. Kami semua –para GengFans—duduk di depan gerbang RCTI, menunggu kami diperbolehkan untuk masuk.
Sekitar jam 7.30, pintu gerbang dibuka dan kami langsung berhamburan masuk. Aku langsung menggenggam tangan temanku erat. “Fel! Kita bakal ketemu Hangeng! Kita bisa liat Hangeng dari deket! Fel! Gue ga mimpi kan!?”
Kami lalu menunggu lagi di depan gerbang menuju studio RCTI. Matahari mulai terik, aku dan beberapa GengFans lainnya berdiri di depan gerbang sambil kepanasan. Yang ada dipikiranku saat itu ‘Biarin kepanasan, yang penting bisa ketemu Hangeng gege!’
Sekitar setengah jam kemudian, seorang pria bertampang alay *-_-* muncul dari dalam studio. Aku tidak dapat mendengar jelas apa yang ia katakan, tetapi yang jelas para GengFans yang berdiri tepat di depan gerbang langsung meneriaki namanya masing-masing. Setelah aku bertanya-tanya pada beberapa orang, ternyata DIA SEDANG MENYELEKSI SIAPA SAJA ORANG YANG BISA MASUK KE DALAM STUDIO! Menyeleksi? Oh, bukan. Dia hanya asal memasukkan orang –sepertinya.
Aku yang merasa bingung, langsung menyuruh temanku untuk menelepon A eonni –admin yang mengadakan quiz untuk masuk ke studio dahsyat dan bertemu Hangeng untuk mengecek keadaan disini. Ini aneh. Bukankah yang boleh masuk hanya para pemenang quiz? Otomatis aku kesal karena hanya mereka yang boleh masuk! Sedangkan aku –pemenang quiz—tidak diperbolehkan masuk! Bukankah itu tidak adil? Aku bertambah kesal ketika si pria tampang alay yang ngakunya koordinator dahsyat ngomong KATA SUPER KASAR di depan kami –para GengFans. Dan setelah menunggu beberapa lama sambil berpanas-panas ria, akhirnya A eonni datang.
Dengan susah payah, A eonni berusaha menerobos para GengFans yang jumlahnya begitu banyak, sampai akhirnya ia sampai tepat di depan gerbang. Setelah bicara beberapa saat dengan sang satpam, A eonni diperbolehkan masuk dan berbicara dengan pria bertampang alay *-_-* yang telah memasukkan orang seenaknya.
“Saya yang koordinator resmi! Kenapa lo asal masukin orang aja!? Kenapa orang-orang yang udah menangin quiz ga boleh masuk!?”
“Lo dateng telat! Jadi itu salah lo! Kita udah masukin mereka ke studio!”
“Ya lo jangan asal masukin gitu dong!”
“Salah lo yang telat!”
“Ini baru jam 8! Sedangkan pihak RCTI bilang acara jam 9! Bukan salah gue dong!”
Dan terjadilah perdebatan antara A eonni dan si manusia bertampang alay itu. Padahal udah jelas-jelas A EONNI ADALAH KOORDINATOR RESMI, sedangkan SI PRIA TAMPANG ALAY CUMA KOORDINATOR ABAL, YANG KERJAANNYA MASUK-MASUKIN ANAK-ANAK ALAY KE DALAM DAHSYAT!
Kita ga diperbolehkan masuk! A eonni yang pusing karena kita –para GengFans yang udah menang quiz—justru malah ga bisa masuk. Padahal harusnya SEKARANG JUGA KITA MASUK BUAT MENYAKSIKAN HANGENG! Bisa kalian bayangkan? Betapa sakit hatinya kita –yang udah kepengen banget liat Hangeng—malah ga diperbolehkan masuk. Yang dimasukkin malah para manusia alay yang suka nari peres baju. APA-APAAN!?
Kita nunggu selama satu jam. Duduk di aspal bersama-sama, sambil menerima ocehan dari satpam yang menyebalkan. Sementara A eonni masih berusaha supaya kita bisa masuk studio dahsyat.
Tiba-tiba saja semua orang heboh! Hangeng sudah tampil! Dan kami hanya bisa duduk di tengah-tengah aspal sambil menahan tangis karena tidak bisa melihat Hangeng secara langsung. Padahal seharusnya kami sekarang berada di dalam studio, menyaksikan Hangeng secara langsung bersama-sama.
Beberapa orang menonton Dahsyat menggunakan fitur TV di ponselnya. Namun menonton dengan ponsel? Untuk apa? Kalau hanya untuk menonton dahsyat lewat televisi atau ponsel, kami tidak perlu jauh-jauh datang dari Bogor dan rela izin masuk sekolah.
Jam mulai menunjukkan pukul 9. Kami –para GengFans yang terlantar mulai marah. Sudah 2 kali segment Hangeng tampil. Dan tersisa 1 segment lagi, tetapi kami masih belum diperbolehkan masuk.
Tiba-tiba A eonni keluar dari studio. Dengan wajah penuh senyuman, A berkata pada kami bahwa kami –para pemenang quiz—bisa segera masuk ke dalam studio!
Saat itu, rasanya aku seperti mau meledak. Tak pernah terpikirkan sebelumnya, bahwa aku bisa melihat Hangeng dalam jarak yang sangat dekat. Dan saat itu aku benar-benar senang!
Kami masuk dengan setengah berlari ke dalam studio. Aku langsung memilih tempat paling strategis, supaya aku bisa melihat Hangeng gege dengan sangat jelas.
Namun yang ditunggu-tunggu –Hangeng—belum juga muncul ke atas stage. Dengan sedikit gelisah dan gemetaran, kami menunggu Hangeng untuk segera muncul. Namun bukannya Hangeng yang muncul, malah boyband yang tidak kami kenal yang muncul. Dengan sangat TERPAKSA –atau lebih tepatnya DIPAKSA, kami semua berdiri dan DISURUH menari layaknya para manusia alay. Kalian mengerti, kan?
Kami DIPAKSA untuk meramaikan. Dengan bertepuk tangan, menari gaya PERAS BAJU, dan beberapa gerakan alay lainnya. Setelah beberapa penyanyi tampil dan kami harus selalu melakukan apa yang mereka suruh –bertepuk tangan dan sebagainya, akhirnya salah satu petugas bilang kalau ini adalah penyanyi terakhir sebelum Hangeng tampil.
Saat penyanyi itu tampil, dengan sangat terpaksa kami –para GengFans—kembali bertepuk tangan –pura-pura—heboh. Tanganku sudah merah dan sakit! Otomatis aku menghentikan tepukan tanganku dan memegangi telapak tanganku yang perih.
“Kalo lo ga mau tepuk tangan, mending lo keluar aja deh.”
Astaga! Saat itu juga aku benar-benar ingin menimpuk si manusia berwajah alay dan hidung pesek itu dengan sepatu sendalku! Grrr…
Dan inilah saat yang paling ditunggu-tunggu! ‘Katanya’ Hangeng akan segera tampil, di segment terakhir. Kami para GengFans langsung berteriak senang! Sebelum akhirnya seorang wanita berwajah khas China muncul di hadapan kami semua –disaat sedang break.
Ia mengatakan sesuatu dalam bahasa mandarin –yang tidak aku mengerti. Sampai sang translator bicara, seluruh anggota gerak kami serasa kaku. Nafas kami langsung sesak, dan tangisan kami mulai pecah.
Semua mimpi kami telah hancur. Semua harapan dan perjuangan kami hanya mengasilkan deraian air mata. Sebagian besar dari GengFans kecewa. Kami menangis. Terutama aku. Aku terisak hebat.
Hangeng pergi. Dia tidak akan tampil lagi. Kami tak akan bisa melihatnya secara langsung. Semua usaha dan mimpi kami sia-sia.
Aku pulang dalam keadaan yang sangat amat buruk. Aku terus menangis parah. Tidak, aku harap ini hanyalah mimpi. Bukan ini yang kuinginkan! Aku telah menunggu hari ini selama berminggu-minggu! Dan yang terjadi malah seperti ini… AKU SAMA SEKALI TIDAK BISA BERTEMU HANGENG!! Setelah semua usaha yang kami lakukan! Kami rela berpanas-panas ria hanya demi bertemu Hangeng! Kami rela duduk di aspal, kotor-kotoran hanya demi bertemu Hangeng! Kami melakukan apa yang diperintahkan oleh si makhluk alay, bertepuk tangan dan menari sesuai kemauan mereka hanya demi bertemu Hangeng!
Dan kalian tahu apa yang dilakukan para satpam ketika melihat kami menangis? MEREKA MENGEJEK DAN MENTERTAWAKAN KAMI! Coba kalian bayangkan! Bagaimana rasanya?
Hampir sebagian dari penonton Dahsyat langsung keluar dari studio sambil terus menangis. Para satpam sempat menahan kami untuk tidak keluar dari studio dan terus duduk sampai acara berakhir. TETAPI KAMI TIDAK BISA! ACARA TERSEBUT TELAH MENGECEWAKAN KAMI! MANA JANJI MEREKA? YANG KATANYA AKAN MENAMPILKAN HANGENG DI SEGMENT TERAKHIR!?
Kami kecewa dengan koordinasi yang buruk. Karena koordinator abal itu, kami tidak bisa melihat Hangeng secara langsung ‘sedetikpun’.
Dan kalian tahu apa yang membuat kami bertambah marah!? Ternyata Hangeng badmood karena dipeluk oleh Olga, dan ia langsung memutuskan untuk pergi! >.
Menyedihkan, bukan? Kasihan sekali kami. Dua puluh orang pemenang quiz tidak dapat masuk ke dalam karena koordinator yang merupakan makhluk alay itu. Dan setelah kami diperbolehkan masuk, KAMI MALAH TIDAK DAPAT BERTEMU HANGENG KARENA IA TELAH DIBUAT BADMOOD!
Mengecewakan.
***
Tolong jangan bashing. Saya hanya menceritakan kenyataan yang ada. Supaya orang-orang tidak menyesal karena tidak dapat datang ke Dahsyat, karena justru saya yang datang ke dahsyat merasa JAUH LEBIH MENYESAL.
Sekian, terima kasih.
--Anastasia Hannas P—
Mau copas? Silahkan. Tapi ini saya yang nulis, tolong by-nya jangan diubah. Kamsa~
sumber : sungkyu
credit : Super Junior Be Loved on Facebook
TAKE OUT WITH FULL CREDIT
as wel to 13elievetoprom15e-13elieveinprom15e.blogspot.com
No comments:
Post a Comment